Author: admin

  • Polri Bakal Tambah 300 Sumur Bor untuk Bantu Korban Bencana Sumatera

    Polri Bakal Tambah 300 Sumur Bor untuk Bantu Korban Bencana Sumatera

    Wakapolri Komjen Dedi saat memberi penjelasan soal penanganan bencana Sumatera (Ondang/detikcom)

    Jakarta – Polri bakal membangun 300 sumur bor di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar pembuatan sumur bor dikebut.
    “Perintah Bapak Kapolri, selain perbaikan infrastruktur, yang terpenting perbanyak lagi sumur-sumur bor. Sumur bor baik untuk kebutuhan masyarakat di tempat-tempat pengungsian, kemudian di sarana ibadah, kemudian di tempat-tempat kesehatan,” kata Dedi kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).

    “Targetnya ada sekitar 300 titik ya sumur bor yang harus segera kita tambah untuk percepatan,” sambungnya.

    Wakapolri Bakal Tinjau Penanganan Bencana di Sumatera Hari Ini
    Dia mengatakan sudah ada 228 titik sumur bor yang dikerjakan. Dedi menyebut 84 sumur bor sudah beroperasi dan 144 lainnya masih proses pengerjaan.

    Polri juga memperbanyak layanan kesehatan terhadap para korban bencana. Total, ada ada 37.867 orang yang telah terlayani.

    “Terdiri dari untuk Sumatera Barat ada 15.275 orang, kemudian Sumatera Utara ada 5.813 orang, untuk Aceh ada 16.779 orang,” tutur Dedi.

    Dedi mengatakan banyak pengungsi mengeluhkan demam, bentuk dan gatal-gatal. Dia mengatakan layanan kesehatan bagi warga tedampak bencana merupakan prioritas.

    “Keluhan-keluhan meliputi antara lain demam, batuk, kemudian gatal-gatal, asam lambung, diare, nyeri perut, dan sebagainya. Ini terus akan menjadi prioritas kami,” ucapnya.

  • Kapolri minta perbanyak sumur bor di lokasi terdampak bencana sumatera

    Kapolri minta perbanyak sumur bor di lokasi terdampak bencana sumatera

     

     

    Polri Bakal Tambah 300 Sumur Bor untuk Bantu Korban Bencana Sumatera
    Wakapolri Komjen Dedi saat memberi penjelasan soal penanganan bencana Sumatera (Ondang/detikcom)

    Jakarta – Polri bakal membangun 300 sumur bor di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar pembuatan sumur bor dikebut.
    “Perintah Bapak Kapolri, selain perbaikan infrastruktur, yang terpenting perbanyak lagi sumur-sumur bor. Sumur bor baik untuk kebutuhan masyarakat di tempat-tempat pengungsian, kemudian di sarana ibadah, kemudian di tempat-tempat kesehatan,” kata Dedi kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).

    “Targetnya ada sekitar 300 titik ya sumur bor yang harus segera kita tambah untuk percepatan,” sambungnya.

    Wakapolri Bakal Tinjau Penanganan Bencana di Sumatera Hari Ini
    Dia mengatakan sudah ada 228 titik sumur bor yang dikerjakan. Dedi menyebut 84 sumur bor sudah beroperasi dan 144 lainnya masih proses pengerjaan.

    Polri juga memperbanyak layanan kesehatan terhadap para korban bencana. Total, ada ada 37.867 orang yang telah terlayani.

    “Terdiri dari untuk Sumatera Barat ada 15.275 orang, kemudian Sumatera Utara ada 5.813 orang, untuk Aceh ada 16.779 orang,” tutur Dedi.

    Dedi mengatakan banyak pengungsi mengeluhkan demam, bentuk dan gatal-gatal. Dia mengatakan layanan kesehatan bagi warga tedampak bencana merupakan prioritas.

    “Keluhan-keluhan meliputi antara lain demam, batuk, kemudian gatal-gatal, asam lambung, diare, nyeri perut, dan sebagainya. Ini terus akan menjadi prioritas kami,” ucapnya.

  • Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan

    Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan

    Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan

    Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan (Ist)

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran mempercepat pemulihan bencana alam di wilayah Sumatera. Hal ini di antaranya dengan mengebut pembukaan akses jalan dan jembatan.

    1. Percepat Pemulihan Bencana Sumatera

    Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebutkan, personel juga secara langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi terdampak dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.

    Dedi menyatakan, untuk mempercepat pemulihan, berbagai bantuan logistik, alat berat, hingga dukungan operasional kepolisian di wilayah terdampak paling parah, terutama Kecamatan Langkahan, sudah dikerahkan.

    “Sesuai arahan dan perintah Bapak Kapolri, kami diperintahkan untuk langsung mengecek di lapangan. Dari evaluasi satu bulan ini, ada beberapa kebutuhan yang harus segera kami tindak lanjuti,” kata Dedi kepada awak media di Aceh, Sabtu (27/12/2025).

    Menurut Dedi, setelah ditinjau, salah satu faktor utama mempercepat pemulihan setelah bencana adalah membuka akses jalan dan jembatan yang terputus akibat bencana.

    “Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” ujar Dedi.

    Baca Juga:
    baca_jugaPolri Kebut Identifikasi Jenazah Korban Bencana Sumatera

    Polri juga menyalurkan paket sembako yang didistribusikan Bhabinkamtibmas ke masyarakat terdampak. Selain itu, tujuh alat berat, terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck, dikerahkan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.

    “Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” ucap Dedi.

    Baca Juga:
    baca_jugaBNPB: Korban Meninggal Bencana di Sumatera Bertambah Jadi 1.137 Orang dan 163 Hilang

    Polri juga menyiapkan bantuan air bersih untuk wilayah yang masih kesulitan akses air, sembari mendorong pembangunan air bor di beberapa titik. Kebutuhan sarana ibadah seperti seperangkat alat sholat dan karpet musala turut disiapkan untuk masyarakat terdampak.

    Di sektor kesehatan, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah puskesmas rusak berat. Menindaklanjuti hal tersebut, Polri telah berkoordinasi dengan pusat untuk pengiriman bantuan medis.

    “Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ungkapnya.

    Sementara itu, Polsek Langkahan dilaporkan rusak parah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk mendukung operasional anggota, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, kendaraan dinas, hingga tenda pengungsian.

    “Untuk kendaraan roda dua, sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kita datangkan 20 unit motor trail dari Medan, ditambah dua mobil double cabin untuk mendukung tugas anggota di lapangan,” tuturnya.

    Selain itu, sebanyak 30 tenda besar juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengungsi. Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.

    Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Untuk itu, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat.

    Untuk memperkuat pengamanan dan bantuan kemanusiaan, Polri mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung.

    Selain Aceh Utara, Polri juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk fasilitas Polres dan asrama anggota.

    “Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota sudah hampir tidak ada. Kita kirim alat tidur, kelambu, selimut, hingga 450 unit magic jar dan 450 kompor gas,” ujarnya.

    Polri menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan hingga seluruh operasional kepolisian berjalan normal dan beban masyarakat terdampak dapat teringankan.

    “Komitmen Polri jelas, sesuai perintah Bapak Kapolri, kami harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan penanganan berjalan maksimal,” tutur Dedi.

  • Pak Polisi Tolong Bersihin Sekolah Kami

    Pak Polisi Tolong Bersihin Sekolah Kami

    Pak Polisi Tolong Bersihin Sekolah Kami

    Di tengah sisa-sisa luka pascabanjir besar yang melanda Aceh Tamiang, harapan kembali disemai di SD Negeri Simpang Kiri. Lumpur yang mengendap di ruang kelas dan halaman sekolah seolah menjadi saksi bisu betapa berat ujian yang dilalui dunia pendidikan. Namun, dari kepedulian dan ketulusan, harapan itu kembali bangkit.

    Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi penerus bangsa, personel POLAIRUD Polda Aceh turun langsung melaksanakan kegiatan pembersihan sekolah pada Jumat, 26 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Tanpa mengenal lelah, mereka bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan kotoran yang memenuhi ruang-ruang belajar serta area sekitar sekolah.

    Satu demi satu ruang kelas dibersihkan. Keringat yang bercucuran menjadi bukti pengabdian, sementara senyum dan semangat kebersamaan menjadi penguat langkah. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat ruang kelas berhasil dibersihkan, menghadirkan kembali ruang belajar yang bersih, sehat, dan layak bagi para siswa untuk menatap masa depan mereka.

    Lebih dari sekadar membersihkan sekolah, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan dan kepedulian bersama. Sebuah pesan bahwa di tengah bencana, kebersamaan adalah kekuatan, dan pendidikan tetap harus berdiri kokoh.

    Bersama kita kuat, bersama kita pulih.
    Polri Peduli, Polri untuk Masyarakat.

    POLRI UNTUK MASYARAKAT

  • Kapolda Metro: Rangkaian Misa Natal di Jakarta Berjalan Aman dan Khidmat

    Kapolda Metro: Rangkaian Misa Natal di Jakarta Berjalan Aman dan Khidmat

    Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri meninjau sejumlah pos pengamanan (pospam) sekaligus memantaun pelaksanaan ibadah Misa Natal 2025 di sejumlah wilayah Jakarta, Kamis, 25 Desember 2025. Dipastikan rangkaian Misa Natal berjalan aman dan kondusif.

    “Pengecekan ini untuk memastikan seluruh personel siap. Pengamanan berjalan maksimal, dan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman dan khidmat,” kata Asep, Kamis, 25 Desember 2025.

    Asep katakan, pengamanan Natal dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis. Upaya tersebut meliputi penjagaan tempat ibadah, patroli di sekitar pusat keramaian.

    “Pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

    Dia juga mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada terhadap potensi gangguan Kamtibmas serta terus meningkatkan koordinasi lintas sektor. Hal ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan libur Tahun Baru 2026.

    “Komitmen kita menjaga situasi tetap aman dan kondusif sepanjang Operasi Lilin 2025, sehingga rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Jakarta dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh kedamaian,” ujarnya.

  • Irjen Pol. Sandi Nugroho Sampaikan Pesan Damai Natal dan Optimisme Sambut Tahun Baru 2026

    Irjen Pol. Sandi Nugroho Sampaikan Pesan Damai Natal dan Optimisme Sambut Tahun Baru 2026

    Jakarta — Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam menjaga keharmonisan serta mempererat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

    Dalam pesannya, Irjen Pol. Sandi Nugroho berharap perayaan Natal dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai kasih, damai, dan toleransi antarumat beragama. Menurutnya, semangat Natal hendaknya mampu memperkuat rasa persaudaraan, saling menghormati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat kebersamaan dan optimisme. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
    Irjen Pol. Sandi Nugroho juga berharap tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, penuh harapan, serta membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kebersamaan dan persatuan, ia meyakini berbagai tantangan ke depan dapat dihadapi bersama demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

     

     

  • Kapolri Soroti Tantangan Perkembangan Teknologi Digital dalam Menjaga Stabilitas Nasional

    Kapolri Soroti Tantangan Perkembangan Teknologi Digital dalam Menjaga Stabilitas Nasional

    Cirebon – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menjadi salah satu tantangan serius dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan amanat pada Apel Kebangsaan Banser Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Cirebon, Selasa (23/12/2025).

    Kapolri menekankan bahwa kemajuan teknologi informasi, khususnya media digital, membawa dampak ganda. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain memunculkan ancaman berupa disinformasi dan misinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.

    “Kita saat ini menghadapi perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, yang juga memunculkan tantangan berupa maraknya disinformasi dan misinformasi. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa,” tegas Kapolri.

    Menurut Kapolri, tantangan tersebut harus dihadapi secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa, termasuk Banser, Polri, dan TNI, dengan memperkuat literasi digital serta menjaga ruang publik agar tetap kondusif.

    Ia menilai Banser memiliki peran strategis sebagai bagian dari elemen masyarakat yang dapat menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital. Peran tersebut sejalan dengan komitmen Banser dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.

    “Peran Banser sangat dibutuhkan untuk ikut menjaga ruang sosial dan ruang digital agar tidak disusupi narasi yang memecah belah bangsa,” ujarnya.

    Melalui sinergi antara Polri, Banser, TNI, dan seluruh elemen masyarakat, Kapolri berharap tantangan era digital dapat dihadapi secara bijak demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya selama momentum Natal dan Tahun Baru.

  • Kapolri Tegas Tak Izinkan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

    Kapolri Tegas Tak Izinkan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

    Kapolri Tegas Tak Izinkan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

    Mabes Polri memastikan tidak mengizinkan pesta kembang api berlangsung saat perayaan malam pergantian tahun di seluruh Indonesia pada Rabu pekan depan (31/12).

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta.

    Menurut dia, bencana alam di Sumatera dan beberapa daerah lain menjadi salah satu alasan diambilnya keputusan tersebut.

    ”Dari Mabes Polri, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” ungkap Sigit, dikutip Rabu (24/12).

    Orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut menyatakan bahwa situasi sulit yang dialami oleh masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah menjadi duka bersama.

    Sigit menyebutkan, kondisi itu menuntut empati dan kepekaan bersama dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga instansinya memutuskan tidak mengeluarkan izin pesta kembang api.

    Menurut mantan Kabareskrim Polri tersebut, pesta kembang api di tengah situasi duka di banyak daerah di Indonesia tidak tepat. Apalagi fokus pemerintah saat ini adalah upaya pemulihan pasca bencana alam.

    Untuk itu, dia mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai refleksi dan mengisi momen itu dengan memanjatkan doa bersama bagi mereka korban terdampak.

    ”Kami imbau kepada masyarakat agar kegiatan-kegiatannya lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat doa untuk Sumatera, doa untuk negeri,” ajaknya.

    Berkaitan dengan urusan teknis, Sigit menyampaikan bahwa seluruhnya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

    Namun dia meminta agar seluruh jajaran polda dan polres berperan aktif dengan mengeluarkan imbauan dan melakukan pengawasan kegiatan perayaan tahun baru.

    Dia ingin pergantian tahun ini juga aman dan terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya. ”Tentunya secara teknis nanti Polda yang akan mengimbau,” imbuhnya.

    Mabes Polri sudah melaksanakan Operasi Lilin 2025 untuk mengawal perayaan tahun baru dan pelaksanaan ibadah Natal.

    Operasi tersebut melibatkan ratusan ribu personel. Baik Polri, TNI, pemerintah daerah, maupun petugas dari instansi terkait lainnya.

    Malam ini, sejumlah pejabat tinggi negara sudah turun ke lapangan untuk memastikan ibadah malam Natal berjalan aman dan lancar.

  • Sambut Natal dan Tahun Baru, Irjen Sandi Nugroho Ajak Perkuat Persaudaraan Dengan Semangat Kebersamaan

    Sambut Natal dan Tahun Baru, Irjen Sandi Nugroho Ajak Perkuat Persaudaraan Dengan Semangat Kebersamaan

    Sambut Natal dan Tahun Baru, Irjen Sandi Nugroho Ajak Perkuat Persaudaraan Dengan Semangat Kebersamaan

    Jakarta — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho, menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia.
    Dalam pesannya, Irjen Pol. Sandi Nugroho berharap perayaan Natal membawa damai dan kasih yang mempererat persaudaraan, sekaligus menjadi sumber kekuatan dan pengharapan baru dalam menyongsong tahun 2026.
    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memasuki tahun baru dengan semangat kebersamaan, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan optimisme demi kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.

  • Polri Larang Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026, Minta Masyarakat Alihkan ke Aktivitas Sosial

    Polri Larang Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026, Minta Masyarakat Alihkan ke Aktivitas Sosial

    Polri Larang Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026 Minta Masyarakat Alihkan ke Aktivitas Sosial

     

    Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 dipastikan berlangsung tanpa pesta kembang api. Polri secara tegas tidak memberikan izin penyelenggaraan kembang api yang lazim digelar saat penutupan tahun.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keputusan tersebut langsung dari Mabes Polri. Ia menegaskan kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan situasi kebatinan nasional, khususnya solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

    “Yang jelas dari Mabes, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” kata Kapolri saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025) mengutip Antara.

    Terkait pengawasan dan penindakan di lapangan, Kapolri menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing kepolisian daerah. Setiap Polda diberi kewenangan mengatur razia maupun sanksi sesuai kondisi wilayahnya.

    Kapolri juga mengajak masyarakat mengalihkan euforia tahun baru ke aktivitas yang lebih bernilai sosial dan kemanusiaan. Salah satunya mendoakan warga yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam.

    “Kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun karena kita tahu situasi saat ini semuanya sedang menghadapi situasi yang kita merasakan suasana kebatinan yang sama,” ujarnya.

    “Dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sekarang terdampak bencana di Sumatera.”

    234 Ribu Personel Disiagakan Selama Nataru

    Dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polri mengerahkan kekuatan besar. Sebanyak 234.000 personel disiagakan di berbagai titik pelayanan, pengamanan, dan pos terpadu di seluruh Indonesia.

    Pos terpadu akan diisi lintas institusi, termasuk Kementerian Perhubungan dan TNI, guna memastikan layanan berjalan terintegrasi dan responsif terhadap potensi gangguan.

    “Sehingga kemudian dalam kegiatannya bisa terintegrasi dan sinergisitas dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada,” kata Kapolri.

    Jakarta dan Ancol Kompak Tanpa Kembang Api

    Kebijakan tanpa kembang api juga diterapkan di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa perayaan pergantian tahun di ibu kota akan digelar sederhana tanpa pertunjukan kembang api.

     

    “Pak Gubernur mengatakan tahun baru ini tidak ada kembang api. Supaya tidak ada kesan kita bermewah-mewah,” ujarnya.

    Langkah serupa diambil manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Kawasan wisata tersebut memutuskan meniadakan kembang api sebagai bentuk empati dan duka cita atas bencana yang melanda Sumatera.

    Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, menyebut keputusan itu diambil agar malam tahun baru dapat dimaknai lebih dalam, selaras dengan semangat solidaritas nasional.